Mengenai Wasir & Faktor Pemicunya
JAKARTA
– Mereka yang menghabiskan waktu seharian dengan duduk lama harus
waspada. Terlebih lagi kalau mereka ini hanya mengonsumsi sedikit air
dan sayuran. Bukan apa-apa, kalangan inilah yang berpotensi besar
terserang penyakit wasir atau ambeien. Menurut
Dr. Sutanto Gandakusuma, Ahli Bedah Rumah Sakit (RS) Husada, Jakarta,
hampir 70 persen manusia dewasa mempunyai wasir, baik wasir dalam,
wasir luar maupun keduanya. Namun tidak semua penderita wasir ini
memerlukan pengobatan. Hanya sebagian kecil saja yang memerlukan
pertolongan medis, yakni mereka yang mengeluhkan pendarahan, adanya
tonjolan dan gatal-gatal. ”Penyebab wasir sebenarnya sederhana,
yakni saat susah buang air dipaksakan mengeluarkan kotoran,” ujar
Sutanto dalam sebuah seminar mengenai wasir di RS Husada, Jakarta,
akhir pekan silam. Penyebab susah buang air ini adalah kurang minum,
kurang makan serat, kurang olah raga atau banyak duduk dan mengangkat
yang berat-berat. Solusi penyakit ini sebenarnya cukup gampang,
yakni mengubah pola hidup. Bagi mereka yang dalam profesinya banyak
duduk seperti sekretaris atau supir disarankan melakukan
gerakan-gerakan lain, bukan hanya duduk saja. Karena itu, menurut
Sutanto, waktu istirahat alias coffe break sangat penting dimanfaatkan. Prosedur Pengobatan Namun
kalau sudah telanjur terserang wasir, apa boleh buat, harus segera
menjalani terapi yang diberikan ahli medis. Pada stadium wasir ringan,
dokter akan memberi obat-obatan jenis phlebodinamic seperti ardium dan
daflon atau memberi salep. Tujuannya tak lebih adalah melancarkan
sirkulasi darah di daerah anus dan menghilangkan tonjolan, bengkak dan
pendarahan. Salep bertujuan mengurangi sakit, bengkak dan mencegah
infeksi. Apabila kondisi tidak juga membaik maka disarankan kembali ke
dokter. Menurut Sutanto, dengan ke dokter maka akan bisa dipastikan
bahwa penyakit ini memang benar wasir, bukan penyakit yang lebih serius
seperti kanker. ”Tidak semua pendarahan dari dubur adalah hemorhoid
atau wasir,” jelas Dr. Lie Agustinus Dharmawan, Kepala bagian Bedah RS
Husada dalam kesempatan serupa. ”Setiap pendarahan dari dubur harus
ditanggapi serius.” Bisa saja pendarahan ini berasal dari saluran cerna
seperti usus halus, usus besar, mulut, kerongkongan dan lain-lain. Bila
pendarahan berasal dari sini maka bisa saja disebabkan oleh tukak
lambung, kerusakan pembuluh darah, kanker dan sejenisnya. Untuk
memastikan adanya kelainan-kelainan ini perlu diadakan diagnosa,
mengetahui riwayat penyakit, inspeksi serta penginderaan melalui
endoskopi dan angiografi. Setelah dipastikan bahwa seorang pasien
memang menderita wasir maka dokter bisa mengambil tindakan seperti
penyuntikan. Tindakan lain adalah ligasi atau pencekikan wasir dengan
gelang karet. Dengan dicekiknya wasir tersebut maka wasir akan mati
dan rontok. Menurut Sutanto, tindakan ini tepat untuk wasir yang berada
di dalam dan berukuran agak besar. Jika pasien atau dokter sama-sama
bersedia melakukan prosedur operasi, maka bisa dilakukan operasi. Baru-baru
ini telah dikembangkan alat operasi baru yakni stapler yang dapat
memotong dan menjahit sekaligus usus di atas wasirnya, sehingga wasir
secara otomatis terangkat ke atas. Tindakan ini hanya untuk wasir dalam
saja. Keuntungan pemakaian stapler adalah penderita sama sekali tidak
merasakan nyeri. Makanan Berserat Walau bisa diatasi, tentu saja
tidak seorang pun bersedia mengalami pelbagai tindakan ”mengerikan”
seperti ini. Ada baiknya jauh-jauh hari, di saat kondisi masih normal,
orang menghindari faktor penyebab wasir. Sebenarnya, apa faktor
terbesar dari pemicu wasir? Menurut Dr. Ekky M. Rahardja, Unit Gizi
Medik instalasi Gizi RS Husada, wasir kerap dihubungkan dengan
kelemahan bawaan dinding vena, penekanan oleh rahim selama kehamilan,
dan terhambatnya aliran darah vena oleh kontraksi otot dinding rektum
selama buang air besar. Karena itu, mereka yang punya keluhan sulit
buang air besar biasanya diikuti dengan gejala wasir. Solusi
satu-satunya adalah mengubah pola makan dari rendah serat ke makanan
kaya serat. Serat makanan adalah substansi makanan berasal dari
nabati yang tidak dapat dicerna oleh enzim pencernaan manusia.
Substansi tersebut berasal dari dinding sel atau bagian lain. Meski
tidak tergolong sebagai zat gizi, makanan berserat merupakan komponen
penting dalam makanan sehari-hari. Ini disebabkan serat bisa menjaga
kesehatan gusi dan gigi, mengendalikan berat badan, mengendalikan kadar
gula dan lemak darah, meningkatkan penyerapan kalsium dan memperlancar
buang air besar. Yang terakhir ini paling erat hubungannya dengan wasir. ”Setelah
sebagian besar zat gizi diserap usus halus maka residunya dipindahkan
ke usus besar di mana terjadi proses fermentasi feses atau kotoran ke
bagian distal,” jelas Ekky yang juga dosen Fakultas Kedokteran
Universitas Tarumanegara ini dalam kesempatan sama. Pada kondisi
kekurangan serat, massa feses menjadi terlalu sedikit untuk dapat
didorong keluar oleh gerak peristaltik usus. Oleh karena itu makanan
sehari-hari harus mengandung cukup serat disertai cukup minum. Konsumsi
serat yang dianjurkan adalah sekitar 30-35 gram per hari. Konsumsi
serat sehari-hari dianggap cukup kalau seseorang sama sekali tidak
menderita gangguan buang air besar. Aktivitas buang air besar yang
normal adalah dilakukan sedikitnya sekali dalam sehari dan sama sekali
tidak mengalami kesulitan apa-apa, yakni tanpa disertai rasa sakit. Bagi
pasien penderita wasir, perlu diberikan makanan serat ekstra. Konsumsi
air minum sedikitnya dua liter atau delapan gelas dalam sehari.
Ditambah menu makanan yang kaya serat seperti sereal dan umbi dari
beras tumbuk, beras merah, ketan hitam, gandum, havermouth, jagung, ubi
dan singkong. Sumber serat lain adalah kacang-kacangan, sayuran hijau,
buah-buahan yang dimakan bersama kulitnya dan jelly atau agar-agar.(mer) Copyright © Sinar Harapan 2002 Sumber: http://www.sinarharapan.co.id/iptek/kesehatan/2003/015/kes1.html
|