Jangan Anggap Enteng Wasir
Jika
Anda sulit buang air besar (BAB) dan menghabiskan waktu seharian dengan
duduk lama, Anda harus waspada karena bisa saja terserang wasir atau
ambeien atau haemorrohoid. Wasir
bukanlah suatu penyakit, melainkan pelebaran pembuluh darah vena pada
daerah rektum dan perianal (sekitar anus). Karena bukan penyakit
itulah, banyak orang yang menganggap enteng wasir. Penyebab
terjadinya wasir, banyak hal dan pendapat yang menyatakannya. Antara
lain, wasir disebabkan karena misalnya sering duduk dalam waktu yang
lama atau seharian penuh, ada karena faktor keturunan, kehamilan,
kesulitan buang air besar (sembelit) dan perubahan hormonal. Pada
kehamilan, wasir terjadi karena melemahnya kekuatan otot dasar panggul,
yang paling terasa adalah setelah melahirkan apalagi bila sering
melahirkan tanpa diimbangi latihan mengembalikan kekuatan otot dasar
panggul (Kegel`s Exercise). Namun inti dari penyebab wasir ada dua
hal yaitu peningkatan tekanan dan kurangnya kekuatan otot-otot dasar
panggul. Gejala
wasir yang umum ditemui adalah pada saat buang air besar mengeluarkan
darah namun dalam jumlah sedikit. Ada perasaan "sesuatu yang mengganjal
atau keluar", sehingga menyebabkan perasaan buang air besar yang belum
tuntas. Wasir
terbagi dalam dua garis. Yaitu, garis yang merupakan perpindahan dari
sel-sel permukaan dinding usus (di bagian dalam disebut hemorrhoid
internal) dan sel-sel permukaan kulit (bagian luar disebut hemorroid
eksterna). Hemorrhoid internal juga bisa menonjol, tergantung derajatnya yaitu : hanya di dalam (tidak menonjol keluar). Hanya dapat dilihat dengan teropong yang disebut proktoskop/anuskop. Gejala paling jelas adalah perdarahan waktu buang air besar. di dalam (bisa menonjol keluar, tapi bisa kembali masuk kedalam dengan sendirinya). Pada derajat ini, wasir dapat masuk kembali secara spontan (tanpa dibantu tangan). dan menonjol keluar dan tidak bisa lagi kembali ke dalam, tetapi biasanya tidak sakit. Keadaan ini disebut inkarserasi. Seperti penyakit lain, diperlukan pemeriksaan yang teliti. Tahap-tahap itu adalah : * anamnesa atau riwayat penyakit. * Pemeriksaan fisik yaitu inspeksi dan rektaltouche (colok dubur). * Pemeriksaan dengan teropong yaitu anuskopi atau proktoskopi dan rektoskopi. Pemeriksaan-pemeriksaan
ini mutlak harus dikerjakan hanya jika ada rasa sakit yang kuat
(misalnya karena inkarserasi). Pemeriksaan dapat ditunda hingga rasa
sakit hilang dahulu. Dapat dipertimbangkan pula apakah memerlukan
pemeriksaan lebih lanjut seperti roentgen (colon inloop) dan/atau
colonoskopi. Kemudian pemeriksaan darah, urin, faeces sebagai
pemeriksaan penunjang. Untuk
pengobatan, biasanya wasir tidak memerlukan pengobatan. Namun jika
sudah menyakitkan, pengobatan tetap diperlukan. pada saat pengobatan
untuk menentukan tindakan lebih lanjut, pemeriksaan ditentukan jenis
hemorrhoid dan derajat keparahan, kemudian dilakukan Digital Rectal
Examination (DRE) oleh dokter. Ada dua macam pengobatan yang dapat dilakukan yaitu : 1. Tanpa operasi (oninvasiv) 2. dengan cara operasi (invasiv). Untuk
pengobatan tanpa operasi bisa dilakukan dengan cara memberi salep
dan/atau suppositori, yang dapat mengurangi keluhan subyektif meski
tidak dapat menyembuhkan wasir. Bisa juga memberikan suntikan dengan
sklerosing agent, yang dapat diberikan pada derajat keparahan I-III
dan kadang-kadang juga pada derajat IV. Prinsip dari obat suntikan ini
adalah menyumbat pembuluh darah dan mengecilkan bantalan pembuluh
darah. Sedangkan
pengobatan dengan operasi, dilakukan pada derajat III dan IV.
Keberhasilan operasi lebih bagus dibandingkan tanpa operasi, artinya
kemungkinan kambuh kembalinya wasir lebih kecil. Namun jika dioperasi,
penderita harus dirawat dan dilakukan dalam pembiusan. Perlu diingat,
hanya 20 persen dari penderita wasir yang memerlukan penanganan dengan
operasi sedangkan 80 persen lainnya dapat diobati tanpa operasi.(berbagai sumber/Idh)
indosiar.com –
|