Epilepsi
Artikel Gambar Epilepsi: Gejala, Tahapan dan Pengobatan
Epilepsy Itu Apa? Epilepsi adalah gangguan sistem listrik otak. Impuls listrik yang abnormal menyebabkan perubahan singkat dalam gerakan, perilaku, sensasi, atau kesadaran. Interupsi ini, yang dikenal sebagai kejang, dapat berlangsung dari beberapa detik hingga beberapa menit. Orang yang memiliki dua atau lebih kejang dianggap memiliki epilepsi.
Gejala epilepsi Epilepsi dikenal baik dengan yang menyebabkan kejang-kejang. Tetapi kejang dapat memicu berbagai gejala, dari tatapan hingga terjatuh hingga meraba-raba dengan pakaian. Dokter membagi kejang menjadi beberapa jenis tergantung pada bagaimana otak dipengaruhi. Setiap jenis memiliki seperangkat gejala yang berbeda.

Ketidakhadiran Kejang Adanya kejang sering digambarkan sebagai mantra menatap. Seseorang berhenti pada apa yang sedang dia lakukan dan tatapan hampa selama beberapa detik, kemudian berlanjut seolah-olah tidak ada yang terjadi. Jenis kejang ini lebih umum pada anak-anak dan biasanya dimulai antara usia 4 dan 12 tahun. Beberapa anak mengalami hingga 100 ketidakhadiran kejang ini dalam satu hari.

Kejang Generalized Tonic Clonic Kejang generalized tonic clonic (umumnya dikenal sebagai kejang grand mal) adalah yang paling mudah dikenali. Mereka biasanya dimulai dengan kekakuan lengan dan kaki, dilanjuti dengan gerakan menghentak. Kejang-kejang berlangsung hingga 3 menit, setelah itu orang tersebut mungkin lelah dan kebingungan. Jenis kejang ini melibatkan aktivitas listrik abnormal yang melibatkan kedua sisi otak.

Kejang Parsial Pada kejang parsial, hanya satu sisi otak yang terpengaruh. Kejang parsial yang sederhana dapat menyebabkan gerakan menyentak atau halusinasi, tapi orang sering tetap menyadari apa yang terjadi. Selama kejang parsial kompleks, orang tersebut mungkin berkeliling, menggumam, menampar bibir mereka, atau meraba-raba dengan pakaian mereka. Mereka tampaknya sadar untuk diamati, tetapi sebenarnya mereka tidak menyadari apa yang sedang mereka lakukan.

Penyebab Epilepsi Epilepsi mungkin diakibatkan dari apa yang mengganggu sirkuit alamiah otak, seperti:
Hampir dua pertiga penderita epilepsi, penyebab yang spesifik tidak pernah ditemukan.

Epilepsi pada Anak Anak-anak yang didiagnosis menderita epilepsi dapat mengatasi kondisi dalam beberapa tahun. Sementara itu, banyak anak-anak mampu mencegah kejang dengan mengambil obat secara teratur. Jika obat gagal untuk menjaga kejang di bawah kendali, tindakan pencegahan lain mungkin diperlukan. Seorang staf sekolah yang memiliki informasi baik mengenai penyakit tersebut dapat membantu anak-anak penderita epilepsi dengan aman berpartisipasi dalam kegiatan utama mereka.

Diagnosis: EEG Untuk mendiagnosis epilepsi dokter akan meninjau deskripsi kejang individu, bersama dengan riwayat medis dan pemeriksaan fisik. EEG (electroencephalogram) dapat mengkonfirmasikan diagnosis dan menawarkan lebih banyak informasi tentang kejang. Prosedur tanpa rasa sakit ini mencatat aktivitas listrik otak sebagai garis bergelombang. Pola perubahan selama kejang dan dapat mengungkapkan bagian otak mana yang rentan terhadap kejang. Hasil tersebut dapat membantu sebagai panduan pengobatan.

Diagnosis: Scan Otak Rincian gambar otak dari CT scan atau MRI dapat membantu dokter menyingkirkan tumor atau pembekuan darah sebagai kemungkinan penyebab kejang. Informasi ini penting dalam perencanaan operasi untuk mengobati epilepsi.

Komplikasi Epilepsi Kebanyakan orang dengan epilepsi hidup normal dan jarang menderita cedera akibat serangan. Pasien yang cenderung menurun selama kejang mungkin perlu helm khusus untuk melindungi kepala mereka. Beberapa jenis kejang dapat meningkatkan risiko dengan tiba-tiba, kematian yang tidak dapat dijelaskan dalam epilepsi (SUDEP - sudden, unexplained death in epilepsy), tetapi ini sangat jarang terjadi. Cara terbaik untuk menghindari komplikasi adalah untuk menemukan pengobatan yang dapat mengontrol kejang dan tetap mentaatinya.
|