Saya mengalami bab yang keras sekali pada saat hamil, sampai suatu saat mengalami sakit yang luar biasa. Setelah melahirkan walaupun bab saya sudah tidak keras, tetap saja saya merasakan sakit. Awalny... detail
Joko Haryanto
Terima kasih berkat pengobatan dari pak Gunawan, keluhan wasir saya sudah berkurang dan sembuh. Mohon di kirimkan photo ke email berikut sebagaimana pembicaran terdahulu. Terima kasih atas bantuan pen... detail
Brian Manope - Bitung Barat
Sebelum berobat ke Pak Gunawan, saya sudah menderita anus fistula selama 4 tahun lebih, setiap kali kumat sakit sekali, sampai saya tidak dapat bekerja. Setelah saya disuruh Bos saya untuk berobat k... detail
Top Stories » Kayu Manis Tangkal Kanker Hati Ganas
Urut berdasarkan
Kayu Manis Tangkal Kanker Hati Ganas
Kayu manis yang selama ini dikenal
sebagai penyedap masakan dan pengharum makanan, sebetulnya mengandung senyawa
aktif yang dapat menangkal kanker hati ganas, menurunkan kadar lemak dan
kolesterol, serta menolong para pengidap diabetes melitus. Bagaimana
memanfaatkannya?
Sejak abad ke-16, kayu manis (Cinnamomum burmannii) telah digunakan
sebagai bumbu masak. Di dunia terdapat 54 jenis kayu manis (Cinnamomum spp),
12 jenis di antaranya terdapat di Indonesia. Jenis tanaman kayu manis yang
banyak dikembangkan di Indonesia adalah Cinnamomum burmannii BL, lebih
dikenal dengan nama Cassia vera.
Kayu manis termasuk dalam famili Lauraceae. Rempah-rempah ini diduga
berasal dari Sri Lanka dan India Selatan, meski tumbuh subur di Jawa, Sumatera,
India Barat, Brasil, Vietnam, Madagaskar, dan Mesir. Di dunia internasional,
kayu manis dikenal dengan nama cinnamon, yang berasal dari bahasa
Yunani kinnamon. Kayu manis juga terkenal dengan nama sweet wood.
Bukan sembarang kulit
Kayu manis mempunyai bentuk seperti batang yang berdiameter kecil dan ada yang
berukuran panjang ataupun pendek. Warna bagian luar dan dalam kayu manis adalah
cokelat muda. Sifat kimia kayu manis adalah pedas, sedikit manis, hangat, dan
wangi. Hasil utama tanaman kayu manis adalah kulit batang dan dahan, sedangkan
hasil ikutan yang berupa ranting dan daun biasanya diolah menjadi minyak
atsiri.
Kulit kayu manis dan hasil olahannya banyak digunakan dalam industri makanan,
minuman, farmasi, kosmetika, dan rokok. Pemakaian kulit kayu manis dapat
dilakukan dalam bentuk asli (bubuk), minyak atsiri, atau oleoresin.
Minyak atsiri kayu manis diperoleh dari kulitt, ranting, dan daunnya, dengan
cara penyulingan. Kandungan minyak atsiri dalam kulit kayu manis 1,3-2,7
persen. Sementara itu, oleoresin diperoleh dengan cara ekstraksi menggunakan
pelarut organik tertentu.
Penurun kolesterol dan lemak
Penelitian Fauzan Azima (2004), mahasiswa Program Doktor di Program Studi Ilmu
Pangan IPB menunjukkan, ekstrak kulit pohon kayu manis efektif untuk menghambat
pembentukan Low Density Lipoprotein (LDL = kolesterol jahat) di dalam darah.
Penelitian dilakukan dengan pemberian ekstrak kayu manis sebanyak 100-200
miligram per kilogram berat badan kelinci percobaan selama 12 pekan. Pada akhir
percobaan ditemukan total kolesterol kelici turun dari 443,3 menjadi 139,1
mg/dl, kadar LDL turun dari 268,5 menjadi 95,8 mg/dl, serta trigliserida turun
dad 122,2 menjadi 61,2 mgAl.
LDL disebabkan kolesterol jahat karena berperan rnengangkut kolesterol dari
jaringan ke dalam plasma melalui proses enclositosis. Proses ini menyebabkan
tingginya kadar kolesterol di dalam darah, sehingga dapat menimbulkan
penyumbatan pada pembuluh darah.
Pemberian ekstrak kayu manis juga dapat menurunkan perlemakan pada hati
kelinci. Perlakuan yang sama juga menurunkan kadar homosistein, yaitu suatu
senyawa yang mendorong terjadinya aterosklerosis (penyumbatan pembuluh darah).
Kadar homosistein menurun dari 25 mikromol per liter menjadi 9,9 mikromol per
liter serum.
Sebaliknya, kolesterol baik atau High Density Lipoprotein (HDL) naik dari 32,4
menjadi 50,0 mg/dl. HDL adalah pembersih kolesterol yang berfungsi memindahkan
kolesterol plasma dari sel mati atau membran yang hancur. Orang sehat memiliki
rasio LDL terhadap HDL senilai 3,5.
Riset juga menunjukkan, kelinci yang diberi ekstrak kayu manis berisiko terkena
aterosklerosis 4,2 kali lebih rendah daripada kelinci yang tak diberi ekstrak.
Ekstrak kayu manis juga berpotensi sebagai antihiperkolesterolemia (penurun
kolesterol) dan mencegah timbunan lemak di hati.
Disimpulkan, ekstrak kayu manis mengandung senyawa fitokimia yang berpotensi
sebagai antioksidan, antagregasi platelet, antihiperkolesterolemia, serta mampu
mencegah perlemakan hati dan pembentukan lesi pada aorta kelinci percobaan.
Menurut Azima (2004), kulit kayu manis tersusun atas senyawa sinamaldehide,
turunan dari senyawa fenol. Di dunia kedokteran, senyawa sinamaldehid diketahui
memiliki sifat antiagregasi platelet (kolesterol yang menempel di pembuluh
darah). Agregasi (pengumpulan) platelet menyebabkan terjadinya aterosklerosis.
Senyawa yang sangat bermanfaat pada ekstrak kayu manis adalah tanin, flavonoid,
triterpenoid, dan saponin. Keempatnya berperan sebagai antipenggumpalan sel
darah merah, antioksidan, clan antihiperkolesterolemia (penurun kolesterol).
Selain dapat mencegah aterosklerosis, kayu manis diketahui mengandung senyawa
antioksidan yang efektif untuk mencegah kanker. Kekuatan antioksidan kayu manis
yang diekstrak dengan etanol ternyata lebih baik dibandingkan dengan BHT
(antioksidan sintetis) dan tokoferol (antioksidan alami), pada konsentrasi
sama. Senyawa fitokimia yang berperan sebagai antioksidan pada kayu manis
adalah tanin dan flavonoid.
Prof.Dr.Made Astawan, ahli teknologi pangan dan gizi, pengasuh rubrik di
tabloid Gaya Hidup Seha.- Kompas.com
22 user sedang online
Anda pengunjung ke-1,525,897