Saya mengalami bab yang keras sekali pada saat hamil, sampai suatu saat mengalami sakit yang luar biasa. Setelah melahirkan walaupun bab saya sudah tidak keras, tetap saja saya merasakan sakit. Awalny... detail
Joko Haryanto
Terima kasih berkat pengobatan dari pak Gunawan, keluhan wasir saya sudah berkurang dan sembuh. Mohon di kirimkan photo ke email berikut sebagaimana pembicaran terdahulu. Terima kasih atas bantuan pen... detail
Brian Manope - Bitung Barat
Sebelum berobat ke Pak Gunawan, saya sudah menderita anus fistula selama 4 tahun lebih, setiap kali kumat sakit sekali, sampai saya tidak dapat bekerja. Setelah saya disuruh Bos saya untuk berobat k... detail
Artikel Lainnya » Apakah Antihipertensi Golongan ARB Bermanfaat
Urut berdasarkan
Antihipertensi Golongan ARB
Apakah Semua Antihipertensi Golongan ARB Bermanfaat
Melindungi Ginjal
Dalam jurnal Annals of Internal Medicine edisi bulan Juli
2009, dipublikasikan 2 penelitian besar, TRANSCEND dan DIRECT, yang
menunjukkan bahwa telmisartan dan candesartan diragukan manfaatnya dalam
pencegahan penyakit ginjal maupun mikroalbuminuria.
Penelitian TRANSCEND (Telmisartan Randomised Assessment Study in ACE
[angiotensin-converting enzyme] Intolerant Subjects with Cardiovascular Disease)
yang dilakukan oleh dr. Johannes F.E. Mann dan rekan dari Ludwig Maximilians
University di Munich, Jerman, dilakukan untuk mengetahui efek terapi
telmisartan pada pasien-pasien yang memiliki penyakit kardiovaskular atau
diabetes, dengan kerusakan target organ namun tanpa mikroaluminuria.
Penelitian ini merupakan penelitian tersamar ganda, terkontrol, yang melibatkan
5.927 pasien yang secara acak diberikan terapi telimsartan 80 mg sehari
(n=2.954) atau plasebo (n=2.972). Selain itu pasien juga diberikan terapi
standar selama rerata 56 bulan. Endpoin primer penelitian ini adalah
outcome ginjal gabungan yang terdiri atas hemodialisis atau peningkatan kadar
kreatinin serum, perubahan laju filtrasi glomerulus dan perubahan albuminuria.
Hasil penelitian TRANSCEND ini memperlihatkan bahwa endpoin primer (outcome
ginjal gabungan) lebih banyak terjadi pada kelompk pasien yang menerima terapi
telmisartan dibandingkan dengan kelompok plasebo. Pasien-pasien dalam kelompok
telmisartan mengalami peningkatan albuminuria yang lebih kecil dibandingkan
dengan plasebo, dan jumlah pasien yang harus menjalani hemodialisis pada
kelompok telmisartan adalah 7 orang, sedangkan pada kelompok plasebo adalah 10
orang. Kadar kreatinin serum meningkat lebih banyak pada kelompok terapi
telmisartan dibandingkan dengan kelompok plasebo. Selain itu laju filtrasi
glomerulus mengalami penurunan yang lebih besar pada kelompok telmisartan.
Mengacu pada hasil penelitian, para ahli dalam penelitian TRANSCEND ini
mengambil kesimpulan bahwa telmisartan tidak lebih baik secara bermakna
dibandingkan dengan plasebo terhadap outcome ginjal.
Bagaimana manfaat antihipertensi ARB lainnya, candesartan, terhadap outcome
ginjal?
Penelitian DIRECT (The Diabetic Retinopathy Candesartan Trial)
merupakan sebuah penelitian yang melibatkan 3326 pasien diabetes tipe 1 dan
1905 pasien diabetes tipe 2, yang berasal dari 309 pusat kesehatan.
Pasien-pasien dalam penelitian ini rata-rata memiliki tekanan darah yang normal
dan normoalbuminuria, yang dinyatakan sebagai nilai ekskresi rerata albumin
urin sebesar 5.0 µg/menit. Pasien secara acak diterapi dengan candesartan 16 mg
sehari (yang dosisnya ditingkatkan hingga 32 mg sehari) atau diberikan plasebo.
Follow-up dilakukan dalam rerata 4,7 tahun. Setiap pasien menjalani
pemeriksaan urin setiap tahun untuk menentukan nilai ekskresi albumin urin. Outcome
primernya adalah kejadian mikroalbuminuria baru, yang didefinisikan sebagai
kadar albumin urin sebesar = 20 µg/menit (sebanyak 3-4 kali pemeriksaan).
Sedangkan outcome sekundernya adalah perubahan rerata albuminuria.
Hasil penelitian memperlihatkan bahwa candesartan tidak berpengaruh secara
bermakna terhadap mikroalbuminuria (pooled HR, 0,95; 95% CI, 0,78 –
1,16; P = 0,60). Walau kelompok candesartan memiliki nilai perubahan tahunan
albuminuria sebesar 5,53% lebih rendah dibandingkan dengan kelompok plasebo
(95% CI, 0,73% - 10,14%; P = 0,024), para peneliti mengatakan bahwa candesartan
32 mg sehari selama 4,7 tahun tidak mencegah mikroalbuminuria pada
pasien-pasien diabetes tipe 1 dan 2.
Walau obat-obat antihipertensi golongan ARB dikenal bermanfaat mengurangi
progresifitas albuminuria dan kejadian nefropati nyata pada pasien-pasien
diabetes melitus, penelitian TRANSCEND dan DIRECT memperlihatkan bahwa
telmisartan dan candesartan diragukan manfaatnya dalam mencegah penyakit ginjal
atau mikroalbuminuria. Tampaknya, hingga kini, dari semua golongan ARB, hanya
irbesartanlah yang memiliki evidence base yang paling baik mengenai manfaatnya
sebagai ARB yang dapat melindungi ginjal (renoproteksi).
Penelitian-penelitian besar seperti IDNT (Irbesartan Diabetic Nephropathy
Trial), IRMA 2 (Irbesartan in Patients with Type 2 Diabetes and
Microalbuminuria), dan PRIME (Program for Irbesartan Mortality and
Morbidity Evaluation), menunjukkan bahwa irbesartan terbukti mengurangi
inflamasi, mencegah terjadinya proteinuria klinis pada pasien-pasien dengan
mikroalbuminuria, serta menghambat progresifitas nefropati pada pasien-pasien
dengan proteinuria. Manfaat renoproteksi irbesartan melampaui kemampuannya
menurunkan tekanan darah.
Penelitian TRANSCEND dan DIRECT memperlihatkan bahwa telmisartan dan
candesartan diragukan manfaatnya dalam mencegah penyakit ginjal atau
mikroalbuminuria, sehingga manfaat penurunan albuminuria oleh beberapa ARB lainnya
seperti irbesartan diperkirakan bukan merupakan class effect. Hingga
kini, hanya irbesartanlah yang terbukti dapat melindungi ginjal, dengan kata
lain bersifat renoprotektif.
Kalbe
19 user sedang online
Anda pengunjung ke-1,525,846