Saya mengalami bab yang keras sekali pada saat hamil, sampai suatu saat mengalami sakit yang luar biasa. Setelah melahirkan walaupun bab saya sudah tidak keras, tetap saja saya merasakan sakit. Awalny... detail
Joko Haryanto
Terima kasih berkat pengobatan dari pak Gunawan, keluhan wasir saya sudah berkurang dan sembuh. Mohon di kirimkan photo ke email berikut sebagaimana pembicaran terdahulu. Terima kasih atas bantuan pen... detail
Brian Manope - Bitung Barat
Sebelum berobat ke Pak Gunawan, saya sudah menderita anus fistula selama 4 tahun lebih, setiap kali kumat sakit sekali, sampai saya tidak dapat bekerja. Setelah saya disuruh Bos saya untuk berobat k... detail
Maya (32), salah seorang karyawati di
Jakarta Pusat, berbahagia ketika mengetahui dirinya tengah mengandung. Setelah
menikah lima tahun kehadiran seorang bayi sudah dinanti-nantikan. Namun, baru
tiga bulan usia kandungan, kebahagiaannya pudar. Pada suatu hari muncul flek.
"Tidak terasa sakit apa pun. Kata orang, sih, kecapekan saja. Tetapi, saya
pergi juga ke dokter kandungan. Saya hanya diminta beristirahat dan diberi obat
penguat kandungan,” ujarnya.
Kondisi Maya tak kunjung membaik. Seminggu kemudian perempuan itu malah
mengalami pendarahan. Akhirnya, dokter mengatakan, janin sudah tidak ada dan
rahimnya dikuret.
Lebih dari enam bulan setelah pengalaman itu, Maya kembali hamil. Kali ini
tidak sampai tiga bulan kandungannya mengalami nasib sama. Maya dan suaminya
kemudian memutuskan berkonsultasi ke klinik fertilitas. ”Saya ditanyai dengan
detail riwayat kedua kandungan dan menjalani berbagai pemeriksaan, mulai dari
tes darah umum hingga imunitas,” ujarnya.
Dari rangkaian pemeriksaan diketahui, darah Maya cenderung mudah mengental
sehingga mengganggu kehamilannya.
Maya kemudian kembali mengandung dan kali ini dikawal dengan ketat dengan
berbagai tes darah dan terapi. Setiap hari sang suami menyuntikkan obat ke
perutnya.
Semakin dekat waktu persalinan hatinya harap-harap cemas. Betapa leganya hati Maya
ketika sang bayi lahir dengan selamat. ”Itu benar-benar pengalaman yang sangat
melelahkan secara fisik dan mental. Setiap kali menidurkan anak, saya suka
bergumam, ’Aduh, susah sekali mendapatkan kamu, Nak’,” ujar Maya berbagi.
Keguguran juga dialami oleh Nia, teman sekantor Maya. Nia mengatakan tidak
pernah tahu penyebab pasti keguguran yang dialaminya. ”Baru sekali saya
mengalaminya. Dokter bilang, saya terlalu capek saja dan tidak ada penjelasan
pastinya,” kata Nia, yang belum berniat mengandung lagi.
Investigasi keguguran
Gugurnya kandungan sering kali terkesan misterius, tidak terjelaskan. Bahkan,
kerap dianggap hanya kebetulan. Padahal tidak selalu demikian. Menurut dr
Kanadi Sumapraja, SpOG, MSc dari Departemen Obstetri dan Ginekologi FKUI RSCM,
angka kejadian keguguran spontan di populasi berkisar 15-20 persen untuk
seluruh kehamilan.
Keguguran berulang dapat menimbulkan tekanan mental dan trauma bagi pasangan
yang mendambakan anak. Bagi perempuan, keguguran berulang memicu timbulnya rasa
bersalah lantaran menganggap dirinya tidak mampu mempertahankan kehamilannya.
Kanadi mengatakan, seorang perempuan dapat disebut mengalami keguguran berulang
jika mengalami keguguran sebanyak tiga kali atau lebih secara berturut-turut
pada usia kehamilan kurang dari 24 minggu.
Namun, bagi Kanadi, investigasi penyebab keguguran sebetulnya dapat saja
dilakukan setelah perempuan itu mengalami satu kali keguguran. Apalagi kalau
pasangan itu mendambakan segera hadirnya keturunan.
”Kesannya baru setelah tiga kali mengalami baru boleh diinvestigasi. Padahal
bisa sewaktu-waktu timbul masalah karena yang dipersalahkan kemudian perempuan,”
ujarnya.
Jika dilihat dari usia kehamilan saat kejadian keguguran, keguguran dapat
digolongkan menjadi keguguran preembrionik (terjadi di bawah usia kehamilan 6
minggu), keguguran embrionik (usia kehamilan 6-8 minggu), keguguran janin (usia
kehamilan 8-12 minggu), keguguran janin lanjut (usia kehamilan 12-24 minggu).
Keguguran preembrionik dan embrionik banyak dihubungkan dengan kejadian
kelainan kromosom, kelainan hormonal, gangguan endometrium, dan faktor
imunologi. Adapun keguguran janin awal dan lanjut banyak dikaitkan dengan
kelainan sindrom antifosfolipid dan trombofilia.
”Oleh karena itu, sangat penting mengetahui usia kehamilan saat keguguran
terjadi, hasil USG sebelumnya, hingga struktur janin, misalnya, sudah kelihatan
detak jantungnya atau belum,” ujarnya. Berbekal pengetahuan awal tersebut dapat
diketahui kategori keguguran dan bisa membantu arah investigasi atau pemeriksaan
dokter.
Pengentalan darah
Terdapat berbagai kemungkinan penyebab keguguran. Bahkan, terdapat keguguran
yang tidak dapat dijelaskan. Untuk mengetahui secara pasti diperlukan
pemeriksaan intensif.
Sejauh ini dr Karnadi mengatakan, hasil studi sejumlah peneliti memperlihatkan
bahwa kelainan genetik, anatomi pada rahim, sindrom antifosfolipid, serta
trombofilia memiliki hubungan yang kuat dengan keguguran.
Diperkirakan 7 persen-25 persen penderita keguguran berulang memiliki asosiasi
dengan sindrom antifosfolipid. Antibodi antifosfolipid mempercepat pembekuan
darah dan memicu bekuan darah.
Keguguran karena sindrom fosfolipid diakibatkan oleh adanya trombosis atau
pembentukan bekuan darah yang akan menyumbat aliran darah plasenta. Akibatnya,
bayi tidak mendapatkan nutrisi dari darah, kurang bertumbuh atau kecil, dan
kemudian meninggal.
Pada kasus keguguran berulang yang demikian penggunaan heparin, senyawa untuk
mencegah terjadinya bekuan darah, telah lama dikenal.
Efek terapeutik heparin pada kasus keguguran berulang yang diakibatkan sindrom
antifosfolipid tidak hanya disebabkan efek antikoagulan atau pengenceran darah.
Namun, juga karena adanya efek lain. Ternyata, heparin juga memiliki efek
menghambat pengikatan antibodi fosfolipid, memicu terjadinya efek antiradang,
dan memfasilitasi proses implantasi plasenta.
”Pengalaman traumatik keguguran tak perlu terulang,” ujar Kanadi. Jika
diinvestigasi dan diketahui penyebabnya lalu diberikan terapi yang tepat, perempuan
yang kerap mengalami keguguran dapat melahirkan bayi dengan selamat dan sehat. (Indira
Permanasari)
14 user sedang online
Anda pengunjung ke-1,525,813