Saya mengalami bab yang keras sekali pada saat hamil, sampai suatu saat mengalami sakit yang luar biasa. Setelah melahirkan walaupun bab saya sudah tidak keras, tetap saja saya merasakan sakit. Awalny... detail
Joko Haryanto
Terima kasih berkat pengobatan dari pak Gunawan, keluhan wasir saya sudah berkurang dan sembuh. Mohon di kirimkan photo ke email berikut sebagaimana pembicaran terdahulu. Terima kasih atas bantuan pen... detail
Brian Manope - Bitung Barat
Sebelum berobat ke Pak Gunawan, saya sudah menderita anus fistula selama 4 tahun lebih, setiap kali kumat sakit sekali, sampai saya tidak dapat bekerja. Setelah saya disuruh Bos saya untuk berobat k... detail
Artikel Lainnya » Keracunan Bahan Kimia Dalam Makanan
Urut berdasarkan
Keracunan Bahan Kimia Dalam Makanan
DEFINISI
Keracunan bahan kimia dalam makanan merupakan akibat dari memakan tanaman atau
hewan yang mengandung racun.
KERACUNAN JAMUR (CENDAWAN)
Keracunan jamur dapat diakibatkan karena makan satu dari beberapa jenis dari
jamur yang ada.
Kekuatan racunnya bervariasi tergantung kepada:
- jenis jamur
- musim pertumbuhan jamur
- cara memasak jamur.
Pada keracunan yang disebabkan oleh Inocybe dan Clitocybe, bahan
yang berbahaya adalah muskarin.
Gejala yang timbul beberapa menit sampai 2 jam setelah makan, bisa berupa:
- peningkatan produksi air mata dan air liur
- pupil yang mengecil
- berkeringat
- muntah
- kram perut
- diare
- pusing
- linglung
- koma
- kejang (kadang-kadang).
Dengan pengobatan yang tepat, biasanya akan terjadi penyembuhan dalam waktu 24
jam, meskipun bisa terjadi kematian dalam waktu beberapa jam.
Keracunan faloidin yang disebabkan karena memakan Amanita phalloides,
gejalanya timbul dalam 6-24 jam.
Gejala-gejala saluran pencernaan yang timbul mirip dengan keracunan muskarin,
dan kerusakan ginjal bisa menyebabkan berkurangnya produksi air kemih atau
tidak ada sama sekali.
Sakit kuning karena kerusakan hati akan muncul dalam 2-3 hari.
Kadang-kadang gejala akan hilang dengan sendirinya, tetapi hampir 50% penderita
akan meniggal dalam 5-8 hari.
KERACUNAN TANAMAN DAN SEMAK-SEMAK
Keracunan akibat tanaman dan semak-semak terjadi karena makan daun-daunan dan
buah-buahan dari tanaman dan semak-semak liar.
Akar hijau dan akar yang bertunas mengandung solanin, yang bisa
menyebabkan mual ringan, muntah, diare dan kelemahan.
Fava beans menyebabkan pemecahan sel-sel darah merah (favisme),
biasanya merupakan kelainan yang diturunkan.
Keracunan ergot dapat disebabkan karena makan gandum yang tercemar oleh
jamur Claviceps purpures.
Buah dari pohon Koenig menyebabkan muntah Jamaika.
KERACUNAN MAKANAN LAUT
Keracunan makanan laut bisa disebabkan oleh ikan bertulang atau kerang.
Biasanya keracunan ikan merupakan akibat dari 3 jenis racun, yaitu siguatera,
tetraodon atau histamin.
Keracunan siguatera dapat terjadi setelah makan salah satu dari ebih dari 400
jenis ikan dari pantai tropik di Florida, India Barat atau Pasifik.
Toksin dihasilkan oleh dinoflagelata, suatu organisme laut yang sangat
kecil, yang dimakan oleh ikan dan terkumpul di dalam dagingnya. Ikan yang lebih
besar dan lebih tua lebih berracun daripada ikan yang lebih kecil dan lebih
muda.
Gejala bisa dimulai dalam 2-8 jam setelah makan ikan. Kram perut, mual, muntah,
dan diare dapat terjadi selama 6-17 jam. Selanjutnya akan timbul gatal-gatal,
perasaan seperti tertusuk jarum, sakit kepala, nyeri otot, perasaan panas dan
dingin yang silih berganti dan nyeri di daerah wajah.
Gejala dari keracunan tetraodon dari ikan puffer, yang paling banyak
ditemukan di perairan Jepang, sama dengan keracunan siguareta.
Kematian dapat terjadi akibat dari kelumpuhan otot-otot pernafasan.
Keracunan histamin dari ikan makerel, tuna dan lumba-lumba biru (mahimahi),
terjadi jika jaringan ikan yang rusak setelah ditangkap, menghasilkan histamin
dalam jumlah yang besar.
Jika dimakan, histamin akan segera menyebabkan kemerahan di muka. Juga bisa
timbul mual, muntah, nyeri perut dan kaligata (urtikaria) yang terjadi
beberapa menit setelah makan ikan tersebut.
Gejala-gejala tersebut biasanya berlangsung kurang dari 24 jam.
Dari Juni sampai Oktober, terutama di pantai Pasifik dan New England,
kerang-kerangan (remis, remis besar, tiram) dapat memakan dinoflagelata yang
mengandung racun. Dinoflagelata ini ditemukan dalam jumlah besar di lautan pada
waktu-waktu tertentu, dimana air tampak berwarna merah, dan disebut pasang
merah.
Mereka menghasilkan toksin yang menyerang saraf (neurotoksin) dan
menyebabkan keracunan kerang paralitik. Toksin ini akan tetap ada,
bahkan setelah kerang tersebut dimasak.
Gejala awalnya berupa rasa tertusuk-tusuk jarum di sekitar mulut, dimulai dalam
5-30 menit setelah makan. Selanjutnya timbul mual, muntah dan kram perut.
Sekitar 25% penderita mengalami kelemahan otot dalam beberapa jam berikutnya.
Kadang-kadang kelemahan ini berkembang menjadi kelumpuhan pada lengan dan
tungkai.
Kelemahan pada otot-otot pernafasan, kadang sedemikian beratnya sehingga
menyebabkan kematian.
KERACUNAN BAHAN-BAHAN PENCEMAR
Keracunan bahan-bahan pencemar bisa menyerang orang-orang yang memakan :
- buah-buahan dan sayur-sayuran yang tidak dicuci, yang disemprot dengan arsen,
timah hitam atau insektisida organik
- larutan asam yang disimpan dalam wadah tembikar yang dilapisi timah hitam
- makanan yang disimpan dalam wadah yang dilapisi kadmium.
SINDROMA RUMAH MAKAN CINA
Sindroma Rumah Makan Cina bukan merupakan suatu keracunan bahan kimia dalam
makanan. Hal ini lebih mengarah kepada reaksi hipersensitivitas terhadap
monosodium glutamat (MSG), suatu penyedap rasa yang sering digunakan
dalam masakan Cina.
Pada orang-orang yang sensitif, MSG bisa menyebabkan tekanan pada wajah, nyeri
dada dan rasa terbakar di seluruh tubuh.
Jumlah MSG yang bisa menyebabkan gejala-gejala tersebut, bervariasi pada setiap
orang.
PENGOBATAN
Untuk mengeluarkan racun dari tubuh, biasanya dilakukan pencucian lambung (lavase
lambung, bilas lambung).
Obat-obatan seperti sirup ipekak dapat digunakan untuk merangsang muntah
dan obat pencahar digunakan untuk mengosongkan usus.
Jika muntah dan mual berlangsung terus menerus, maka diberikan cairan intravena
(melalui pembuluh darah) yang mengandung gula dan garam untuk memperbaiki
dehidrasi dan gangguan keseimbangan elektrolit.
Pereda nyeri mungkin diperlukan bila kram perut sangat hebat.
Mungkin juga diperlukan alat bantu nafas dan perawatan di ruang intensif.
Siapapun yang menjadi sakit setelah makan jamur yang tidak dikenal, harus
mencoba untuk segera muntah dan memeriksakan muntahannya ke laboratorium,
karena jamur yang berbeda memerlukan penanganan yang berbeda pula.
Atropin diberikan untuk keracunan muskarin.
Pada keracunan faloidin, diberikan makanan yang mengandung banyak karbohidrat
dan infus cairan dekstrosa dan natrium klorida, yang akan
membantu memperbaiki kadar gula yang rendah dalam darah (hipoglikemia)
yang disebabkan oleh kerusakan hati.
Manitol, yang diberikan melalui infus, kadang-kadang digunakan untuk
mengatasi keracunan siguatera yang berat.
Anti-histamin (penghalang histamin) diberikan untuk mengurangi
gejala-gejala karena keracunan histamin dari ikan.
17 user sedang online
Anda pengunjung ke-1,525,399