Saya mengalami bab yang keras sekali pada saat hamil, sampai suatu saat mengalami sakit yang luar biasa. Setelah melahirkan walaupun bab saya sudah tidak keras, tetap saja saya merasakan sakit. Awalny... detail
Joko Haryanto
Terima kasih berkat pengobatan dari pak Gunawan, keluhan wasir saya sudah berkurang dan sembuh. Mohon di kirimkan photo ke email berikut sebagaimana pembicaran terdahulu. Terima kasih atas bantuan pen... detail
Brian Manope - Bitung Barat
Sebelum berobat ke Pak Gunawan, saya sudah menderita anus fistula selama 4 tahun lebih, setiap kali kumat sakit sekali, sampai saya tidak dapat bekerja. Setelah saya disuruh Bos saya untuk berobat k... detail
Kehadiran seorang anak merupakan hal yang dinanti-nanti dalam setiap
pernikahan. Tetapi apabila tanda-tanda kehamilan pada sang istri tak tampak
juga walaupun usia pernikahan telah berjalan selama beberapa tahun, maka
biasanya suami istri baru mulai menyadari adanya suatu masalah. Bahkan
terkadang masalah ketidak hadiran seorang anak ini dapat menyebabkan terjadinya
keretakan dalam hubungan rumah tangga karena menganggap salah satu pasangannya
mandul sehingga tidak bisa untuk memiliki anak.
Gangguan kesuburan adalah ketidakmampuan untuk terjadi kehamilan pada pasangan
setelah setidaknya melakukan hubungan seksual tanpa perlindungan selama
setahun. Karena biasanya kehamilan dapat terjadi selama setahun, maka pasangan
yang tidak dapat hamil selama waktu tersebut dimasukkan dalam kelompok yang
mempunyai masalah kesuburan.
Pada pria, kelainan hormon, penyakit tertentu, trauma dan kerusakan pada organ
reproduksi, serta disfungsi seksual dapat secara sementara ataupun permanen
mempengaruhi sperma & menghalangi terjadinya pembuahan. Beberapa gangguan
kesuburan yang ada dapat menjadi semakin sulit di obati apabila telah lama
diderita tanpa adanya perawatan.
Produksi sperma pada pria dimulai sejak usia puber sampai seumur hidupnya. Pria
dewasa yang sehat dapat memproduksi ratusan juta sperma setiap harinya. Sperma
sendiri di produksi di testis, kemudian sperma akan menuju bagian atas testis
yang disebut epididymis, yaitu tempat dimana sperma akan memperoleh nutrisi
yang diperlukan & menjadi matang serta siap untuk di keluarkan. Pada saat
akan dikeluarkan, sperma akan bergerak melalui vas deferens dari masing-masing
testis ke belakang kandung kemih, kemudian bergabung dengan seminal vesicle yang
berfungsi mengeluarkan air mani. Campuran cairan ini kemudian dialirkan melalui
ejaculatory ducts yang terdapat didalam kelenjar prostat, untuk kemudian
dihubungkan dengan saluran urethra yang akan mengeluarkan cairan tersebut pada
saat terjadi ejakulasi. Pada saat cairan sperma & air mani berada di
ejaculatory ducts, kelenjar prostat juga akan mengeluarkan cairan yang
berfungsi untuk menyediakan lingkungan yang menjaga supaya sperma dapat tetap
hidup di daerah vagina yang bersifat asam.
Karena proses pembentukan sperma sendiri membutuhkan waktu hingga 2 bulan, maka
apabila terdapat penyakit pada saat awal siklus produksi sperma dapat
mempengaruhi hasil akhir di sperma dewasa, yang menyebabkan terjadinya masalah
kesuburan. Walaupun pada saat pemeriksaan dilakukan tidak terdapat gangguan
kesuburan pada sang pria.
Penyebab yang umum terjadi pada kasus ketidak-suburan pada pria adalah :
gangguan pada proses produksi sperma, gangguan pada pengeluaran sperma dan defisiensi
testosterone (hipogonadism).
Gangguan kesuburan dapat terjadi sebagai hasil dari kondisi yang telah ada
semenjak lahir (bawaan) atau terbentuk kemudian setelah dewasa (didapat).
Penyebab masalah kesuburan tersebut termasuk diantaranya :
kemoterapi
Cacat atau gangguan pada system reproduksi
(contoh: cryptorchidism, anarchism)
Penyakit tertentu (cystic fibrosis, anemia,
penyakit menular seksual)
Disfungsi pada hormon (terjadi karena adanya
kelainan pada hipotalamus-pituitari-gonadal axis)
Terjadi infeksi (contoh: prostatitis,
epididymitis, orchitis)
Terjadi cedera (contoh: cedera pada testis)
Penggunaan obat tertentu (contoh: pengobatan pada
penyakit darah tinggi, arthritis)
Kelaianan metabolic seperti hemochromatosis
(mempengaruhi kemampuan tubuh untuk menggunakan & menyimpan zat besi)
Ejakulasi terbalik (suatu kondisi dimana air mani
mengalir terbalik menuju kandung kemih pada saat terjadinya ejakulasi)
Penyakit sistemis (contoh: demam tinggi, infeksi,
penyakit ginjal)
Kanker testis
Varicocele
Berbeda dengan pandangan masyarakat pada umumnya dimana apabila suatu pasangan
tidak kunjung mendapatkan keturunan, maka biasanya pihak perempuan yang pertama
di pertanyakan kesuburannya. Maka pada saat melakukan pemeriksaan untuk mencari
penyebab gangguan kesuburan biasanya pemeriksaan di mulai dari pihak pria, hal
ini karena pemeriksaan & tes pada pria lebih rumit dibandingkan pada
wanita. Pemeriksaan menyeluruh pada sejarah kesehatan pria termasuk jenis
operasi yang pernah dilakukan sangat diperlukan. Hal ini karena adanya penyakit
kronis, cedera pada panggul, penyakit saat kecil, operasi pada daerah perut
& organ reproduksi, penggunaan obat untuk kesenangan serta pengobatan tertentu
dapat mempengaruhi kesuburan. Pada pemeriksaan fisik dapat mendeteksi adanya
ketidak normalan pada testis (seperti: varicocele, tidak adanya vas deferens,
adanya tumor), adanya kelainan pada hormone (seperti: organ reproduksi yang
kurang berkembang, pembesaran pada jaringan payudara) atau adanya defisiensi
testosterone.
Analisa air mani, biasanya dilakukan oleh dokter spesialis & digunakan
untuk memeriksa keseluruhan hasil ejakulasi. Hal ini karena cairan mani dapat
mempengaruhi fungsi & pergerakan sperma. Biasanya 3 sample air mani di
ambil pada waktu yang berbeda, hal ini untuk menghitung beberapa variable
seperti suhu & juga menjaga dari terjadinya kesalahan.
Enam faktor dari sperma yang dianalisa dari pemeriksaan air mani:
1.Konsentrasi
sperma (sperma/milliliter atau cc)
2.Morfologi
sperma (pemeriksaan bentuk sperma dimana bentuk yang normal identik dengan
sperma yang sehat)
3.Pergerakan
sperma (mobilitas, dihitung pergerakannya dengan %)
4.Tes
cairan mani (dilihat dari kekentalan & warnanya)
5.Jumlah
sperma yang bergerak
6.Volume
cairan (jumlah air mani saat ejakulasi)
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah mengeluarkan nilai acuan untuk analisa
sperma/air mani yang normal, sebagai berikut :
1.Volume
total cairan lebih dari 2 ml
2.Konsentrasi
sperma paling sedikit 20 juta sperma/ml
3.Morfologinya
paling sedikit 15% berbentuk normal
4.Pergerakan
sperma lebih dari 50% bergerak kedepan, atau 25% bergerak secara acak kurang
dari 1 jam setelah ejakulasi
5.Adanya
sel darah putih kurang dari 1 juta/ml
6.Analisa
lebih lanjut (tes reaksi antiglobulin menunjukkan partikel ikutan yang ada
kurang dari 10 % dari jumlah sperma)
Setidaknya 75% masalah kesuburan pada pria dapat diobati sehingga memungkinkan
terjadinya pembuahan. Ada 3 kategori pengobatan untuk mengatasi gangguan
kesuburan pada pria :
1.Membantu
proses reproduksi, termasuk diantaranya metode untuk mengobati disfungsi
ereksi, membantu terjadinya ejakulasi, menghasilkan sperma dan inseminasi sel
telur.
2.Terapi
dengan obat untuk gangguan kesuburan pada pria, termasuk pengobatan untuk meningkatkan
produksi sperma, pengobatan masalah kelainan hormon, penyembuhan terhadapa
penyakit infeksi & melawan antibody sperma yang meyebabkan tubuh menolak
sperma.
3.Operasi,
dalam hal ini dilakukan untuk memperbaiki kerusakan pada organ reproduksi dan
varicocele yang menyebabkan penurunan jumlah sperma yang dihasilkan.
Untuk para pasangan yang belum juga di karuniai keturunan janganlah berputus
asa. Dengan kemajuan teknologi kedokteran saat ini hampir semua problema
kesehatan dapat diatasi. Sehingga apabila timbul masalah pada salah satu
pasangan segeralah konsultasi ke dokter untuk mencari solusinya. Tetapi apabila
ternyata sang buah hati tak kunjung datang juga, maka tetaplah saling mendukung
serta jangan saling menyalahkan, ingatlah pada komitmen awal pernikahan anda.
Mengadopsi anak dapat menjadi salah satu pilihan supaya anda dapat berbagi
kebahagian dengan yang lain.
Bekti / medicastore / Diambil dari berbagai sumber
24 user sedang online
Anda pengunjung ke-1,525,365