Brian Manope - Bitung Barat
Sebelum berobat ke Pak Gunawan, saya sudah menderita anus fistula selama 4 tahun lebih, setiap kali kumat sakit sekali, sampai saya tidak dapat bekerja. Setelah saya disuruh Bos saya untuk berobat k...detail
Nawa
Saya sebelumnya menderita penyakit wasir stadium 4. wasir keluar dan tidak dapat masuk kembali. Sakit dan sulit buat beraktifitas. Setelah saya diberitahukan oleh teman saya untuk berobat ketempat S...detail
Bp. Mustofa ~ Bangkalan Madura Sebelumnya saya juga menderita penyakit wasir, sering sakit dan keluar darah. setelah diberitahu oleh teman saya, maka saya datang berobat ketempat sinshe Gunawan. Sekarang semua keluhan yang saya der...detail
Artikel kesehatan lainnya » Kanker Kolorektal - Rektum
Urut berdasarkan
Kanker Kolorektal - Rektum
DEFINISI Di negara barat, kanker usus besar (kolon) dan
rektum (kanker kolorektal) adalah jenis kanker no 2 yang paling sering terjadi
dan kanker penyebab kematian no 2.
Angka kejadian kanker kolorektal mulai meningkat pada umur 40 tahun dan
puncaknya pada umur 60-75 tahun.
Kanker usus besar (kanker kolon) lebih sering terjadi pada wanita, kanker
rektum lebih sering ditemukan pada pria.
Sekitar 5% penderita kanker kolon atau kanker rektum memiliki lebih dari satu
kanker kolorektum pada saat yang bersamaan.
Kanker kolon biasanya dimulai dengan pembengkakan seperti kancing pada
permukaan lapisan usus atau pada polip. Kemudian kanker akan mulai memasuki
dinding usus. Kelenjar getah bening di dekatnya juga bisa terkena.
Karena darah dari dinding usus dibawa ke hati, kanker kolon biasanya menyebar (metastase)
ke hati segera setelah menyebar ke kelenjar getah bening di dekatnya.
PENYEBAB Seseorang dengan riwayat keluarga menderita kanker kolon, memiliki resiko
tinggi mengidap kanker.
Riwayat poliposis keturunan atau penyakit yang serupa juga meningkatkan resiko
kanker kolon.
Penderita kolitis ulserativa atau penyakit Crohn memiliki resiko
lebih tinggi untuk menderita kanker.
Resikonya berhubungan dengan usia penderita pada saat kelainan ini timbul dan
lamanya penderita mengalami kelainan ini.
Makanan memegang perananan penting dalam resiko kanker kolon, tetapi bagaimana
caranya, tidak diketahui.
Di seluruh dunia, orang dengan resiko tertinggi adalah yang tinggal di
perkotaan dan mengkonsumsi makanan khas orang-orang barat yang kaya. Makanan
tersebut rendah serat dan tinggi protein hewan, lemak dan karbohidrat.
Resiko agaknya menurun dengan diet tinggi kalsium, vitamin D dan sayuran
seperti toge Brusel, kubis dan brokoli.
GEJALA Kanker kolorektal tumbuh perlahan dan memakan waktu yang lama sebelum
menyebabkan gejala.
Gejalanya tergantung kepada jenis, lokasi dan penyebaran kanker.
Usus besar sebelah kanan (kolon asendens) memiliki diameter yang besar
dan dinding yang tipis. Karena isinya berupa cairan, kolon asendens tidak akan
tersumbat sampai terjadinya stadium akhir kanker.
Tumor pada kolon asendens bisa begitu membesar sehingga dapat dirasakan melalui
dinding perut.
Lemah karena anemia yang berat mungkin merupakan satu-satunya gejala.
Usus besar sebelah kiri (kolon desendens) memiliki diameter yang lebih
kecil dan dinding yang lebih tebal dan tinjanya agak padat.
Kanker cenderung mengelilingi bagian kolon ini, menyebabkan sembelit dan buang
air besar yang sering, secara bergantian.
Karena kolon desendens lebih sempit dan dindingnya lebih tebal, penyumbatan
terjadi lebih awal. Penderita mengalami nyeri kram perut atau nyeri perut yang
hebat dan sembelit. Tinja bisa berdarah, tetapi lebih sering darahnya
tersembunyi, dan hanya bisa diketahui melalui pemeriksaan laboratorium.
Kebanyakan kanker menyebabkan perdarahan, tapi biasanya perlahan.
Pada kanker rektum, gejala pertama yang paling sering adalah perdarahan selama
buang air besar. Jika rektum berdarah, bahkan bila penderita diketahui juga
menderita wasir atau penyakit divertikel, juga harus difikirkan kemungkinan
terjadinya kanker.
Pada kanker rektum, penderita bisa merasakan nyeri saat buang air besar dan
perasaan bahwa rektumnya belum sepenuhnya kosong. Duduk bisa terasa sakit.
Tetapi biasanya penderita tidak merasakan nyeri karena kankernya, kecuali
kanker sudah menyebar ke jaringan diluar rektum
DIAGNOSA Seperti kanker lainnya, pemeriksaan penyaring rutin, membantu penemuan dini
dari kanker kolorektal.
Tinja diperiksa secara mikroskopik untuk menghitung jumlah darah.
Untuk membantu meyakinkan hasil pemeriksaan yang tepat, penderita memakan
daging merah tinggi serat selama 3 hari sebelum pengambilan sampel tinja.
Bila pemeriksaan penyaring ini menunjukan kemungkinan kanker, dibutuhkan
pemeriksaan lanjutan.
Sebelum dilakukan endoskopi, usus dikosongkan, seringkali dengan
menggunakan pencahar dan beberapa enema.
Sekitar 65% kanker kolorektal dapat dilihat dengan sigmoidoskop.
Bila terlihat polip yang mungkin ganas, seluruh usus besar diperiksa dengan kolonoskopi,
yang daya jangkaunya lebih panjang. Beberapa pertumbuhan yang terlihat ganas
diangkat dengan menggunakan alat bedah melalui kolonoskopi, pertumbuhan lainnya
harus diangkat dengan pembedahan biasa.
Pemeriksaan darah dapat membantu dalam menegakkan diagnosis.
Pada 70% orang yang menderita kanker kolorektal, kadar antigen
karsinoembriogenik dalam darahnya tinggi. Bila sebelum kanker diangkat
kadar antigen ini tinggi, maka sesudah pembedahan kadarnya bisa turun. Pada
kunjungan berikutnya, kadar antigen ini diukur kembali; jika kadarnya meningkat
berarti kanker telah kambuh kembali.
Bisa juga dilakukan pengukuran 2 antigen lainnya, yaitu CA19-9 dan CA 125, yang
mirip dengan antigen karsinoembbriogenik.
PENGOBATAN Pengobatan utama pada kanker kolorektal adalah pengangkatan bagian usus
yang terkena dan sistem getah beningnya.
30% penderita tidak dapat mentoleransi pembedahan karena kesehatan yang buruk,
sehingga beberapa tumor diangkat melalui elektrokoagulasi. Cara ini bisa
meringankan gejala dan memperpanjang usia, tapi tidak menyembuhkan tumornya.
Pada kebanyakan kasus kanker kolon, bagian usus yang ganas diangkat dengan
pembedahan dan bagian yang tersisa disambungkan lagi.
Untuk kanker rektum, jenis operasinya tergantung pada seberapa jauh jarak
kanker ini dari anus dan seberapa dalam dia tumbuh ke dalam dinding rektum.
Pengangkatan seluruh rektum dan anus mengharuskan penderita menjalani kolostomi
menetap (pembuatan hubungan antara dinding perut dengan kolon). Dengan kolostomi,
isi usus besar dikosongkan melalui lubang di dinding perut ke dalam suatu
kantung, yang disebut kantung kolostomi.
Bila memungkinkan, rektum yang diangkat hanya sebagian, dan menyisakan ujung
rektum dan anus. Kemudian ujung rektum disambungkan ke bagian akhir dari kolon.
Terapi penyinaran setelah pengangkatan tumor, bisa membantu mengendalikan
pertumbuhan tumor yang tersisa, memperlambat kekambuhan dan meningkatkan
harapan hidup.
Pengangkatan tumor dan terapi penyinaran, efektif untuk penderita kanker rektum
yang disertai 1-4 kanker kelenjar getah bening. Tetapi kurang efektif pada
penderita kanker rektum yang memiliki lebih dari 4 kanker kelenjar kelenjar
getah bening.
Jika kanker kolorektal telah menyebar dan tampaknya pembedahan tidak membantu
penyembuhan, bisa dilakukan kemoterapi dengan florouracil dan levamisole, yang
bisa meningkatkan harapan hidup.
Bila kanker kolorektal telah begitu menyebar sehingga tidak dapat diangkat
seluruhnya, pembedahan untuk meringankan penyumbatan usus, bisa meringankan
gejala. Tetapi harapan hidupnya hanya sekitar 7 bulan.
Jika kanker telah menyebar hanya ke hati, obat kemoterapi dapat disuntikan
langsung ke dalam pembuluh darah yang menuju ke hati. Meskipun mahal,
pengobatan ini bisa memberikan lebih banyak keuntungan daripada kemoterapi yang
biasa. Tetapi pengobatan ini masih memerlukan penelitian lebih lanjut. Bila
kanker telah menyebar di luar hati, pengobatan ini tidak efektif lagi.
Setelah kanker kolorektal diangkat seluruhnya melalui pembedahan, dilakukan
kolonoskopi untuk memeriksa usus yang tersisa, sebanyak 2-5 kali setiap
tahunnya.Bila pemeriksaan ini tidak menunjukkan adanya kanker, pemeriksaan
berikutnya dilakukan setiap 2-3 tahun sekali.
Penyebaran kanker & angka harapan hidup penderita kanker kolorektal
Penyebaran kanker
Angka harapan hidup 5 tahun
Kanker hanya menyebar ke lapisan mukosa usus
90%
Kanker menyusup ke dalam lapisan otot usus
80%
Kanker menyebar ke kelanjar getah bening
30%
9 user sedang online
Anda pengunjung ke-376,312 Sinshe Gunawan